Bayi di bedong???

Hem…lagi-lagi aku cuma bisa menghembuskan nafas ketika temanku menjelaskan pentingnya membedong anak bayi yang baru lahir. Sebagai orang yang tau bahwa itu bentuk kekerasan pada anak (sebenarnya) dan sebenarnya itu mitos yang justru menghambat pertumbuhan dan perkembangan motorik anak, aku ga bisa bilang apa-apa. Secara ya, aku sendiri belum punya anak, jadi aku bisa disepelekan sama mereka, dibilang sok tau lah, sok keminterlah dan lain sebagainya.
Aku hanya bisa mendengarkan mereka (para ibu-ibu) yang ngaku kalo pengalaman mereka membuktikan teori mereka itu benar. Salah satu temenku bilang “bayi itu harus dibedong supaya anget, dan ga capek”. Aku mengerutkan kening, kalo anget mungkin boleh lah diterima karena waktu anak dalam perut ibu kondisinya hangat.Tapi kalo supaya ga capek alasannya apa lagi nih… Oke aku dengarkan. Temenku bilang “anak bayi kan suka bergerak tangan dan kakinya, jadi kalo dibedong, anak akan tenang dan tidak capek lagi. Waduh..denger jawaban gitu aku tambah sedih lagi, dalam hati aku bilang “nak..kasian banget kamu sayang, pengen bertumbuh dan berkembang sambil mengfungsikan organ tubuhmu malah dihambat dengan bedong”. Temenku juga bilang bedong bisa membuat kaki anak lurus. “Hua…hiks..hiks iya po?? kaki lurus dan enggak itu kan udah turunan dari gen orang tuanya men, bukan dari bedong!!” Coba aja liat anak yang dibedong tapi kalo bapak atau ibunya membawa gen kaki bentuk O atau X , ya tetep aja anaknya punya potensi untuk punya bentuk kaki seperti itu. Sudahlah.. Yang bisa menghibur aku cuma ngeliat bayi temenku menggeliat dengan wajah yang kesusahan karena disiksa pake kain segitiga, sambil mikir kenapa ya orang berpikir bedong itu positif sedangkan aku justru berpikir kebalikannya?? Semoga mitos membedong anak semakin hilang dari peredaran masyarakat indonesia. Aku termasuk orang yang akan mengkampanyekannya dengan segera….

5 responses to “Bayi di bedong???

  1. waduh ceritanya kurang ilmiah mbak, sebaiknya memang kalo kita belum punya anak, atau belum membuktikan teori – teori baru maka sebaiknya jangan terlalu banyak komen dulu, karena tradisi diciptakan nenek moyang dulu pasti ada sebab musababnya. tinggal kita ambil yang perlu tinggalkan yang tidak perlu, atau sempurnakan dan modifikasi yang sudah ada

  2. oooo begitu tho??? gw blm tahu…

  3. bedong, gurita emang tidak direkomendasikan oleh dokter. kami baru aj memiliki seorang putri, dan pesan dokter untuk pertama kalinya adalah: bayi jangan di bedong atau gurita. bedong masih diperbolehkan asal jangan terlalu kuat dan dengan tujuan bayi tidak kedinginan. ketika bayi lahir, semua otot terjadi peregangan. ini dibisa diperhatikan bayi yang baru lahir akan banyak menggeliat, menggerakkan tangan dan kakinya dan aktifitas ini terjadi hampir setiap saat dalam durasi kurang dari 1 jam. bisa dibayangkan bila bayi di bedong dengan kuat. untuk penggunaan gurita justru akan mengganggu pernafasan bayi, bayi pada usia awal minggu/bulan menggunakan otot perut untuk proses pernafasan dikarenakan belum berfungsi secara sempurna otot dada.
    demikian yang bisa saya sampaikan terima kasih (CMIIW)
    dari berbagai sumber

  4. Saya setuju mbak, bayi tidak harus di bedong, karena dari lahir sendiri anak saya (Nisa, 34 bulan) tidak dibedong. Kalaupun dibedong itupun longgar (bisa dibilang hanya menutupi badannya) dan malam hari, mengingat udara malam lebih dingin

  5. marthachristianti

    siip..bebaskan anak untuk bergerak dan mengembangkan kemampuan motorik anak secara alami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s