PERMASALAHAN ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK

dsc01439.jpg A. Definisi anak bermasalah

Anak bermasalah usia TK 4-6 tahun yang memiliki perilaku non normatif (perilaku) dilihat dari tingkat perkembangannya, atau mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri baik pada waktu belajar (konsentrasi) maupun dalam aktivitas bermain di sekolah atau di rumah (sosial). /p>

Untuk mengetahui apakah anak bermasalah atau tidak, pendidik (orang tua, guru, orang dewasa disekitar anak) perlu memahami tahapan perkembangan anak dalam segala aspek. Pemahaman tersebut dapat membantu menganalisis dan mengelompokkan anak pada kategori bermasalah atau tidak.

B. Karakteristik anak TK

1. Perkembangan motorik

Berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Perkembangan motorik terbagi dua yaitu motorik halus dan motorik kasar. Motorik kasar merupakan gerakan yang terjadi karena adanya koordinasi otot-otot besar, seperti ; berjalan, melompat, berlari, melempar dan menaiki. Motorik halus berkaitan dengan gerakan yang menggunakan otot halus, seperti ; menggambar, menggunting, melipat kertas, meronce, dan lain sebagainya.

Ciri khas perkembangan motorik anak TK adalah :

  • memiliki kemampuan motorik yang bersifat kompleks, yaitu mampu mengkombinasikan gerakan motorik dengan seimbang. Keterampilan koordinasi motorik kasar terbagi atas tiga kelompok yaitu keterampilan lokomotorik (berlari, melompat, menderap, meluncur, berguling, berhenti, berjalan setelah berhenti sejenak, menjatuhkan diri, dan mengelak), keterampilan nonlokomotorik (menggerakan anggota tubuh dengan posisi tubuh diam ditempat, berayun, berbelok, mengangkat, bergoyang, merentang, memeluk, melengkung, memutar dan mendorong), dan keterampilan memproyeksi, menangkap dan menerima (dapat dilihat pada waktu anak menangkap bola, menggiring bola, melempar bola, menendang bola, melambungkan bola, memukul dan menarik).
  • Anak memiliki motivasi instrinsik sehingga tidak mau berhenti melakukan aktivitas fisik baik yang melibatkan gerakan motorik halus maupun motorik kasar.

2. Perkembangan kognitif

Berarti proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan syaraf pada waktu manusia sedang berpikir, berkembang secara bertahap sejalan dengan perkembangan fisik dan syaraf-syaraf yang berada di pusat susunan syaraf.

Ciri khas perkembangan kognitif anak TK adalah :

  • Anak sudah mampu menggambarkan objek yang secara fisik tidak hadir, seperti anak mampu menyusun balok kecil untuk membangun rumah-rumahan, menggambar, dll.
  • Anak tidak mampu memahami prespektif atau cara berpikir orang lain (egosentris), seperti ketika menggambar anak menunjukkan gambar ikan dari sudut pengamatannya.
  • Anak belum mampu berpikir kritis tentang apa yang ada dibalik suatu kejadian, seperti anak tidak mampu menjawab alasan mengapa menyusun balok seperti ini dll.

3. Perkembangan bahasa

Bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya berupa bicara, dapat diwujudkan dengan tanda isyarat tangan atau anggota tubuh lainnya yang memiliki aturan sendiri.

Ciri khas perkembangan bahasa anak TK adalah

  • Terjadi perkembangan yang cepat dalam kemampuan bahasa anak. Anak dapat menggunakan kalimat dengan baik dan benar.
  • Telah menguasai 90% dari fonem (satuan bunyi terkecil yang membedakan kata seperti kemampuan untuk merangkaikan bunyi yang didengarnya menjadi satu kata yang mengandung arti contohnya i, b, u menjadi ibu) dan sintaksis (tata bahasa, misal saya memberi makan ikan” bukan ”ikan saya makan beri”) bahasa yang digunakan.
  • Dapat berpartisipasi dalam suatu percakapan. Anak sudah dapat mendengarkan orang lain berbicara dan menanggapi pembicaraan tersebut.
  • Sudah dapat mengucapkan lebih dari 2.500 kosakata.
  • Lingkup kosakata yang dapat diucapkan anak menyangkut; warna, ukuran, bentuk, rasa, bau, keindahan, kecepatan, suhu, perbedaan, perbandingan, jarak, permukaan (kasar-halus)
  • Mampu menjadi pendengar yang baik.
  • Percakapan yang dilakukan telah menyangkut berbagai komentar terhadap apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan orang lain, serta apa yang dilihatnya.
  • Sudah dapat melakukan ekspresi diri, menulis, membaca bahkan berpuisi.

4. Perkembangan psikososial

Merupakan perkembangan yang membahas tentang perkembangan kepribadian manusia, khususnya yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan kepribadian.

Ciri khas perkembangan psikososial anak TK adalah

  • Sudah dapat mengontrol perilakunya sendiri.
  • Sudah dapat merasakan kelucuan (misalnya, ikut tertawa ketika orang dewasa tertawa atau ada hal-hal yang lucu).
  • Rasa takut dan cemas mulai berkembang, dan hal ini akan berlangsung sampai usia 5 tahun.
  • Keinginan untuk berdusta mulai muncul, akan tetapi anak takut untuk melakukannya.
  • Perasaan humor berkembang lebih lanjut.
  • Sudah dapat mempelajari mana yang benar dan yang salah.
  • Sudah dapat menengkan diri
  • Pada usia 6 tahun anak akan menjadi sangat asertif, sering berperilaku seperti boss (atasan), medominasi situasi, akan tetapi dapat menerima nasihat.
  • Sering bertengkar tetapi cepat berbaikan kembali.
  • Anak sudah dapat menunjukkan sikap marah.
  • Sudah dapat membedakan yang benar dan yang tidak benar, dan sudah dapat menerima peraturan dan disiplin.

C. Batasan-batasan bermasalah

Anak bermasalah di TK dapat dilihat dari :

  1. Frekuensi perilaku menyimpang yang tampak, maksudnya seberapa banyak tingkah laku yang menimbulkan masalah muncul, misalnya anak ngambek setiap hari , malah beberapa kali dalam sehari maka hal itu pertanda anak bermasalah.
  2. Intensitas perilaku maksudnya tingkat kedalaman perilaku anak yang bermasalah, misalnya, rentang perhatian anak untuk konsentrasi sangat pendek, anak mudah beralih perhatiannya baik dalam belajar atau bermain.
  3. Usia anak yaitu tingkah laku anak yang mencolok yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak seusianya.
  4. Ukuran norma budaya, maksudnya, anak dikatakan bermasalah sangat bergantung pada ukuran budaya setempat.

Apakah anak TK yang terlambat perkembangannya sama artinya dengan anak yang bermasalah? Jawabannya ya dan tidak

Ya, jika anak yang terlambat dalam perkembangan tersebut sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan rumah.

Tidak, jika anak berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya (anak berkembang dengan iramanya masing-masing).

Untuk tahu apakah anak tersebut bermasalah maka pendidik harus memperhatikan kekhasan perilaku anak. Berikut ini pertanyaan yang dapat mengidentifikasi apakah anak tersebut bermasalah atau tidak.

  1. Apakah frekuensi tingkah laku yang menyimpang tersebut terlihat setiap waktu?
  2. Apakah perilaku tersebut mengganggu aktivitas anak baik dalam belajar maupun bermain?
  3. Jika tingkah laku tersebut tidak diatasi dengan segera apakah akan menimbulkan masalah dalam perkembangan anak secara menyeluruh?

Jika semua pertanyaan tersebut dijawab ”ya”

maka besar kemungkinan anak tersebut bermasalah.

D. Respon guru TK dalam menghadapi anak TK yang bermasalah

  1. Menghadapi emosi-emosi negatif anak, dan saat emosi negatif anak muncul sebaiknya guru menciptakan hubungan yang akrab
  2. Sabar menghadapi anak yang sedih, marah, atau ketakutan, dan tidak menjadi marah jika menghadapi emosi anak.
  3. Sadar dan menghargai emosi-emosinya sendiri.
  4. Melihat emosi negatif sebagai arena yang penting dalam mengasuh anak.
  5. Peka terhadap keadaan emosi anak, walaupun ungkapan emosinya tidak terlalu kelihatan.
  6. Tidak bingung atau cemas menghadapi ungkapan-ungkapan emosional anak.
  7. Tidak menanggapi lucu atau meremehkan perasaan negatif anak.
  8. Tidak memerintahkan apa yang harus dirasakan oleh anak.
  9. Tidak merasa bahwa guru harus membereskan semua masalah bagi anak.
  10. Menggunakan saat-saat emosional sebagai saat untuk mendengarkan anak, berempati dengan kata-kata yang menyejukkan, menolong anak memberi nama emosi yang sedang dirasakan, menentukan batas-batas dan mengajarkan ungkapan emosi yang dapat diterima, dan mengajarkan anak untuk terampil dalam menyelesaikan masalah.

E. Masalah anak TK

a. Penakut

Setiap anak memiliki rasa takut, namun jika berlebihan dan tidak wajar maka perlu diperhatikan. Rasa takut anak TK biasanya terhadap hewan, serangga, gelap, dokter atau dokter gigi, ketinggian, monster, lamunan, sekolah, angin topan, dll.

Rasa takut yang berlebihan terlihat dalam gejala-gejala seperti berikut :

  1. Gejala psikis, seperti ; gangguan makan, tidur, perut, sulit bernafas, dan sakit kepala.
  2. Gejala emosional, seperti ; rasa takut, sensitif, rendah diri, ketidakberdayaan, bingung, putus asa, marah, sedih, bersalah.
  3. Gejala tingkah laku seperti : gangguan tidur, mengisolasi diri, prestasi kurang di sekolah, agresi, mudah tersinggung, menghindari pergi keluar, ketergantungan pada suatu benda, dan terus berada di kamar orang tua.

Penyebab anak memiliki rasa takut :

  1. Intelegensi (anak-anak yang tingkat intelegensi tinggi cenderung punya rasa takut yang sama dengan anak yang berusia lebih tua, demikian pula sebaliknya).
  2. Jenis kelamin (anak perempuan lebih takut dibanding laki-laki karena lingkungan sosial lebih menerima rasa takut perempuan).
  3. Keadaan fisik (anak cenderung takut bila dalam keadaan lelah, lapar atau kurang sehat).
  4. Urutan kelahiran (anak sulung cenderung lebih takut karena perlindungan yang berlebihan).
  5. Kepribadian anak (anak yang kurang memperoleh rasa aman cenderung lebih penakut).
  6. Adanya contoh yang dilihat anak, seperti ; tontonan TV, atau ibu yang takut.
  7. Trauma yang dialami anak-anak, seperti ; tabrakan mobil, angina topan, bencana alam, dll.
  8. pola asuh orang tua yang menghidupkan rasa takut anak seperti ; paksaan, hukuman, ejekan, ketidakperdulian, dan pelindungan diluar batas.

Solusi pemecahan masalah yang dapat dilakukan pendidik

  1. Mendengarkan cerita anak
  2. Lindungi dan hibur anak
  3. Ajari kenyataan
  4. Memberi hadiah
  5. Memberi contoh teladan (guru sebagai model)
  6. Coping model (adalah salah satu cara seseorang menghadapi rasa takut namun ia harus melewati rasa takut itu. Salah satu cara dengan bicara pada diri sendiri).
  7. Mendongeng
  8. Melakukan aktivitas penuh tantangan
  9. Memanfaatkan imajinasi anak untuk menumbuhkan keberanian
  10. Menggambar

b. Agresif

Agresif adalah tingkah laku menyerang baik secara fisik maupun verbal atau melakukan ancaman sebagai pernyataan adanya rasa permusuhan. Perilaku tersebut cenderung melukai anak lain seperti menggigit, mencakar, atau memukul. Bertambahnya usia diekspresikan dengan mencela, mencaci dan memaki.

Gejala anak yang agresif :

  1. Sering mendorong, memukul, atau berkelahi.
  2. Menyerang dengan menggunakan kaki, tangan, tubuhnya untuk mengganggu permainan yang dilakukan teman-teman.
  3. Menyerang dalam bentuk verbal seperti ; mencaci, mengejek, mengolok-olok, berbicara kotor dengan teman.
  4. Tingkah laku mengganggu muncul karena ingin menunjukkan kekuatan kelompok. Biasanya melanggar aturan atau norma yang berlaku di sekolah seperti; berkelahi, merusak alat permainan milik teman, mengganggu anak lain.

Penyebab anak agresif

  1. Pola asuh yang keliru (melakukan kekerasan terhadap anak, otoriter terhadap anak dan terlalu protektif, terlalu memanjakan anak (orang tua selalu mengijinkan atau membenarkan permintaan anak)
  2. Reaksi emosi terhadap frustasi (banyaknya larangan yang dibuat guru atau orang tua (kecemasan yang berlebihan), sementara anak melakukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhannya).
  3. 3. Tingkah laku agresif sebelumnya (tingkah laku agresif yang pernah dilakukan anak mendapat penguatan dari keluarga atau guru).

Solusi pemecahan masalah yang dapat dilakukan pendidik :

  1. Bermain peran
  2. Belajar mengenal perasaan
  3. Belajar berteman melalui permainan beregu
  4. Beri penguatan jika anak berperilaku tepat dengan temannya
  5. Perbanyak kegiatan yang menggunakan gerakan motorik

c. Pemalu

Pemalu adalah reaksi emosional yang tidak menyenangkan, yang timbul pada seseorang, akibatnya adanya penilaian negatif terhadap dirinya.

Ciri anak pemalu adalah :

  1. Kurang berani bicara dengan guru atau orang dewasa
  2. Tidak mampu menatap mata orang lain ketika berbicara
  3. Tidak bersedia untuk berdiri di depan kelas
  4. Enggan bergabung dengan anak-anak lain
  5. Lebih senang bermain sendiri
  6. Tidak berani tampil dalam permainan
  7. Membatasi diri dalam pergaulan
  8. Anak tidak banyak bicara
  9. Anak kurang terbuka

Penyebab anak pemalu

  1. Keadaan fisik
  2. Kesulitan dalam bicara
  3. Kurang terampil berteman
  4. Harapan orang tua yang terlalu tinggi
  5. Pola asuh yang mencela

      Solusi pemecahan masalah yang dapat dilakukan pendidik :

      1. Melibatkan anak pada kegiatan yang menyenangka
      2. Belajar bergabung melalui permainan
      3. Mengajar cara mulai berteman
      4. Dorong anak berpartisipasi dalam kelompok

        Daftar pustaka

        Dra. Rosmala Dewi, M.Pd. Berbagai Masalah Anak Taman Kanak-kanak. Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Dikti. Jakarta 2005

        Dr. Martini Jamaris, M.Sc. Ed. Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-kanak. Program PAUD PPS UNJ. Jakarta 2005



         

        [1] Makalah PPM di TK Masitoh Kotagede Yogyakarta Tgl 19 Februari 2008

        43 responses to “PERMASALAHAN ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK

        1. uswatun hasanah

          makasih bangt ada artikel ini.aku merasa sgt terbantu, berhubung saat ini aku lagi belajar tntang anak usia TK

        2. marthachristianti

          Sama-sama bu, jangan lupa kasih masukan ide tulisan lain ya bu. tq

        3. saya curhat nii ibu pengasuh rubrik.

          anak saya berumur 5 thn dan skr duduk di kelas tk nol besar. akhir-akhir ini anak saya tidak mau berangkat sekolah , ada apa ya dgn anak saya.

          saya cerita sedikit ke waktu belakangan .awal anak saya Tk itu masuk pagi jam 9:30 . kemudian 1 bl berikut nya anak saya masuk pagi 7:00 apakah mempengaruhi keinginannya untuk tidak sekolah ya. apakah pergeseran jam masuk mempengaruhi nya sehingga ia kadang tidak mau bersekolah . ??

          tolong tips meberi nasihat agar anak mau sekolah kembali

          • marthachristianti

            maap pak yosep saya baru baca comment anda.
            Pada prinsipnya adalah anak melakukan sesuatu karena ada penyebabnya, oleh karena itu orng tua harus berusaha mencari penyebbnya.
            ya bisa jadi itu mempengaruhi semangat anak datang ke sekolah, karena perubahan jam masuk membutuhkan waktu untuk adaptasi, dari bangun pagi sampai persiapan ke sekolah. Hal ini bisa memberikan rasa frustasi yang dalam pada anak karena mengganggu rutinitasnya yang menyenangkan.
            kedua, mungkin saja kegiatan di sekolah kurang menantang, hanya monoton saja, tidak ada kegiatan yang menarik buat anak. Solusinya, bapak bisa konsultasikan ke guru penyebab anak tidak mau sekolah, mudah-mudahan ibu guru dapat membantu mengupayakan perubahan baik dari cara mengajar maupun pemilihan kegiatan yang menarik. Jika tidak membawa perubahan mungkin bapak atau beserta ibu menyempatkan waktu untuk melakukan observasi di sekolah. Dari hasil pengamatan tersebut anda dapat menarik kesimpulan penyebab anak tidak mau sekolah. Semoga ini cukup membantu..sukses ya..

        4. wah… mba’ martha ternyata punya blog tentang PAUD yahh…

          saya izin CopAs Mba.. buat bahan bacaan dan renungan saya..

          Pamittt

        5. ulasanya gampang dimengerti,,,,,
          aqq lg mu bkn skripsi, n aku tertarik banget ama permasalahan anak di TK, tp aku bingung nyari variabel yg bagus. bisa tlg kasih masukan ke aq ga???

        6. Mba.. makasih info artikelnya.. bagus banget, mengingat anak saya jg masih usia TK. Mhn izin saya share untuk guru-guru TK anak saya di TK Tunas Rimba I Bogor ya mbak. Terima kasih.

        7. aduh mba martha memang sekarang ini banyak sekali masalah-masalah di anak-anak,tp berkat ulasan tdi menjadi banyak pengalamanq, tp aq butuh refensi skripsi nich……….tolong bntu dunk…….

        8. saya sedang membuat skripsi tentang masalah anak yang tidak mau mendengarkan nasehat orang tua,antara lain latar belakang (4),tujuan pembelajaran (4),jalan keluar (4),kesimpulan.tolong saya dibantu dalam pembuatan skripsi harus 4 cara.

        9. bu/mbak ya?permisi saya mau copas artikel ni buat referensi tugas akhir saya.boleh gak ya?

        10. tanx 4 d info. my first daughter 4 thn, sangat mandiri n menyenangkan klo dirmh, dr umur 3 snang mandi n pkai bj sndiri, makan sndiri bahkan nyuapin adiknya, akur bermain dgn adik lknya 2 thn. tp ko msi susah ditinggal di tknya ya? klo kluar rmh “nempel” bgt sama maminya.kyanya sgala teori da kujlnin, tp blum brhasil. ada saran? please help me…

          • marthachristianti

            Bu fifi… anak dengan kasus seperti anak ibu itu memang umum terjadi pada anak-anak. Ekstrimnya kita sebut jago kandang. Jangan kuatir bu…ibu hanya perlu memberi penguatan buat anak ibu, tentang hal-hal positif yang bisa anak peroleh di sekolah. Kelekatan dengan orang tua merupakan hal yg lumrah. Anak tidak menemukan figur yang aman selain bersama ibunya. Ia menganggap orang lain tidak sama dengan orang tuanya. Itu biasa bu… Saran saya coba ibu bicarakan masalah ini ke guru. Minta tolong guru untuk membantu. Guru juga harus bisa dipercaya sama anak, dan menunjukkan bahwa bermain dengan ibu guru juga aman, sama kayak anak main sama mama. Kalo perlu ibu guru juga mengetahui minat dan kesukaan anak supaya anak benar-benar merasa aman dan “cocok” dengan guru. Pendekatan guru dan orang tua bisa meningkatkan kepercayan diri dengan anak. Selamat mencoba bu…

        11. GUUUUD…..GUUUUD…….GUUUUUUD…….
          TENGKIU……..

        12. Minta bantuan n nasehatnya ya Bu…
          Anak saya baru 1 bulan sekolah, langsung masuk tk B. Sudah 5 hari ini dia selalu menangis jika mau ditinggal seusai diantar sampai depan kelasnya, dia kadang juga bilang tak ingin sekolah lagi. Usut punya usut ternyata penyebabnya ialah gurunya selalu mematikan lampu bila murid2 ribut, guru itu juga mengancam akan meninggalkan murid2 juga berkata bahwa murid2 tidak bisa pulang (perkataan itu dilakukannya di depan kelas pada semua anak, bukan secara pribadi ke anak saya). Sekedar info, anak saya sekolah di tk favorit di kota saya, dan guru itu sudah mengajar selama 18th. Pertanyaan saya, apa yg harus saya lakukan? Apakah bijak mengajari anak saya bahwa guru tsb bohong ttg murid2 tak bisa pulang? Apakah terlalu dini untuk mengajari anak saya (usia 5th) ttg kebenaran hidup, bahwa tidak semua guru itu bersifat baik? Saya sangat kecewa pada guru itu, krn saya ingat bahwa hari ke-1 dia berkata pada murid2 bahwa dia adalah pengganti papa mama jika anak2 di sekolah. Bukankah sebagai pengganti ortu dia harusnya melindungi dan bukan menakuti?
          Mohon bantuannya ya bu… Terima kasih banyak sebelumnya

          • marthachristianti

            Bu shanti…memang mengajar anak TK itu tidak mudah. Beberapa guru memarahi anak lain saja, efeknya terjadi pada anak yang tidak dimarahi. Contoh saja, ada anak yang merebut mainan, memukul temannya, ibu guru bertindak tegas kpd anak tersebut saja, anak yang lain mengecap guru mereka nakal, karena memarahi temennya. Menurut saya, perlu ada pendekatan pribadi antara guru dan orang tua. Akan lebih baik jika ibu menyampaikan kepada guru keberatan-keberatan tentang cara guru memberi hukuman kepada anak. Beritahu juga dampak dari hukuman tersebut pada anak ibu. Untuk tindakan lebih lanjut mungkin ibu bisa memberikan pikiran-pikiran positif kepada anak tentang ibu guru. Kadang anak semakin antipati kesekolah karena orang tua sering mengatakan hal yang buruk tentang ibu gurunya. Akan lebih bagus jika ibu menyampaikan keberatan ibu juga diikuti dengan solusi apa yang harus guru lakukan untuk tidak menakut2i anak. Menurut saya komunikasi yang baik antar ortu dan guru juga bisa menciptakan keberhasilan pendidikan. Selamat mencoba ya bu…Good luck

        13. Bu marta makasih banget artikel anda membantu saya lebih paham lagi mengajar anak2 Tk, Tq

        14. Bu martha, thanx for the article. gimana ya caranya mengatasi kalau ada murid yang memukul temannya? selama ini saya bilang ke murid2 kalo ada yang memukul, tak perlu membalas. Cukup bilang kalau kita tidak suka dengan sikapnya lalu tinggalkan. dan akan lebih baik jika mereka bisa menasehati teman. tapi…..ada orang tua murid yg keberatan. mereka berpikir bahwa didikan sekolah seperti itu akan membuat anak lembek. padahal menurut saya itu membuat mereka berhati besar dan tidak suka main hakim sendiri. sedangkan untuk anak yang memukul temannya pun kami beri konsekuesi (kehilangan kesempatan bermain di playground untuk satu hari agar bisa merenungi perbuatannya). do you have any other solutions?

          • marthachristianti

            i think you have been good solution bu siska. saya rasa konsekuensi berupa pemberian hukuman seperti yang ibu lakukan sudah membantu anak untuk memahami perilaku yang benar dan yang tidak benar. Pemberian penguatan seperti itu akan lebih efektif jika dilakukan konsisten kepada anak. Selain pemberian hukuman, ibu juga dapat menyeimbangkannya dengan memberi penguatan dalam bentuk pujian jika anak melakukan hal yang benar/baik.

          • marthachristianti

            Ya sama-sama. Solusi yang mba siska gunakan sudah sangat baik. Jika dilakukan secara konsisten maka apa yang kita lakukan akan berhasil. Sukses ya

        15. Ass..
          Bu,,aku ada tugas buat kasus yg terjdi pd anak dan djlaskan juga bgaimana cara mengatasi’y? aku rencana’y mu ambil kasus yg jduL ‘y anak TK yg pendiam,,Bisa bantu tidak bu?makachi

        16. minta bantuan dan nasehatnya ya bu….
          gi mana ya cara menghadapi anak yang tidak mau bicara, kalo mau bicara tidak lebih dri 2 orang, itu juga teman dekatnya, segala cara sudah caya coba, kalo di ajak bicara tau bermain suka tersenyum sudah coba konsultasi ma orang tua, tapi jawabanya saya juga bingung. mohon bantuanya ya bu..terima kasih banyak sebelumnya

          • marthachristianti

            segala sesuatu yang terjadi pada anak pasti ada sebabnya bu. jika ibu sendiri bingung dengan alasan mengapa anak tidak mau bicara, bagaimana saya bisa membantu ibu menyelesaikan masalah ini? coba pelajari latar belakang anak di rumah, di linkgungannya, karena semua itu berdampak pada anak.

        17. minta bantuan dan nasehatnya ya bu…
          anaksaya umur 5th tk B perempuan.memeang anknya pemalu,ga pede,kurang sosialisasi.baru masuk sebulan udah mogok ga mau sekolah.dengan alasan jamnya kelamaan.klo berdoanya lama bilangnya kelamaan anaknya mudah jenuh atau bosan.walaupun sekolah di paud dan tk sekarang jawabnya tetap sama sekolahnya lama..dia mau ngikutin pelajaran tapi ga mau kelamaan..dia paling hobbi menggambar apa yang dia tonton film faforitnya seperti sphong boob.bagaimana mengatasi anak seperti ini ya.. udah saya rayu,sy iming2 ,sy ksh semagat tetep jawabnya ga mau sekolah..mohon sarannya.

          • marthachristianti

            Ibu sara, salam kenal. Anak pemalu, tidak percaya diri, dan kurang sosialisasi adalah bentukan dari lingkungan. Tidak ada anak yang diciptakan dari lahir menjadi pemalu, tidak percaya diri dan tidak mau sosialisasi. Coba lakukan refleksi terhadap perlakuan orang-orang yang ada disekitar anak ibu. Ibu dapat melakukan perubahan terhadap lingkungan itu. Permasalahan anak tidak mau masuk sekolah faktornya banyak bu. Sudah pernah saya bahas pada comment ibu fifi tertanggal 21/8/2010. good luck ya bu..

        18. bu marthaaaaaa….
          kebetulan ni saya ketemu dengan blog ibu…
          kayanya saya kenal deh…
          hehhe
          makasih buu,,,bisa buat referensi tugas kuliah…

        19. bu martha yang baik… saya seorang guru TK, mau minta solusi utk anak didik saya. dia berumur 6 tahun, tahun ini tahun kedua dia sekolah di TK kami. permasalahannya: dia anak yang kadang pendiam tapi sangat jail sama teman, tidak mau berbicara (kalau latihan membaca latinpun mulutnya tidak sepenuhnya dibuka, suaranya tidak jelas), tidak bisa mengulang lebih dari dua kata apalagi kata yang cukup panjang, kami kesulitan dalam menanganinya, sedangkan tuntutan orang tuanya ingin anaknya seperti temannya yang lain.kira-kira metode apa yang harus kami pakai untuk menangani anak seperti ini. trimakasih atas jawabannya

          • marthachristianti

            saya akan identifikasi dulu cerita ibu
            1. kadang pendiam tapi sangat jail sama teman –> ini masih normal asal masih dalam batas normal jailnya,
            2. tidak mau berbicara (kalau latihan membaca latinpun mulutnya tidak sepenuhnya dibuka –> refleksi kegiatan latihan itu seperti apa,menarik atau tidak?
            3. suaranya tidak jelas –> cek kembali pada huruf2 apa saja yang tidak jelas. jika ada memang pada usia tersebut anak-anak belum dapat mengucapkan sesuatu secara jelas, itu tidak masalah asal dari kemampuan berpikirnya anak mengerti apa yang dimaksudkan dan apa yang ingin disampaikan
            4. tidak bisa mengulang lebih dari dua kata apalagi kata yang cukup panjang –> cek kembali kemampuan kognitif anak karena kemampuan mengingat anak sangat terkait dengan bagaimana otak memproses informasi
            5. metode yang tepat adalah metode yang membuat anak enjoy dengan cara tersebut. pembelajaran bahasa harus diberikan secara terpadu artinya dikembangkan bersamaan dengan aspek lain yaitu kognitif, se, nam dan motorik/fisik

        20. marthachristianti

          untuk mendiagnosa anak, kita perlu membuat angket atau daftar pertanyaan yang berkaitan dengan ciri tertentu nak yang berkebutuhan khusus. tahap pertama adalah amati kemampuan anak untuk melakukan kontak mata dengan orang lain. jika sudah bermasalah mungkin lebih baik bagi ibu untuk merujuk anak ke psikolog agar diagnosa lebih tepat atau pada ahli PLB. Semua ini dilakukan agar posisi guru aman, karena tidak semua orang tua mau menerima diagnosa guru terhadap anaknya.

        21. marthachristianti

          mungkin apa yang ibu ceritakan ini perlu ibu ceritakan pada guru anak ibu. dengan demikian, guru dapat mengambil langkah agar anak bisa kembali lagi ke sekolah. Guru yang baik adalah guru yang mau mengusahakan segala sesuatu agar anak dapat enjoy belajar dan menikmati kegiatan belajarnya.

        22. ibu martha saya ingin minta saran, saya memiliki murid ( usia 4 th 3 bln ) tdk mau pernah mau duduk bergabung dengan temannya saat belajar dan asyik jalan2 sndri atau mengerjakan sesuatu sesuai keinginnanya.Apakah saya perlu ” memaksanya ” duduk bersama teman saat belajar ,agar belajar disiplin(tdk semau gue) atau membiarkannya sampai ia siap belajar sejalan dgn perkembngan usianya…trims atas sarannya

        23. makasih infonya sgt bermanfaat sekali.sy sedikit curhat mbak anak saya klu d rumah itu aktif,pintar dan banyak omong tp kenapa klu d sekolah nggak mau ngomong sama temannya,nggak mau main sama temannya tp kalau d tanya gurunya berani menjawab.tlg ya mbak sarannya.makasih

        24. wahh..lagi cari2 artikel buat tugass..eh,,tiba2 mampir ke blog ini n sepertinya familiar sekali dengan pemilik blog-nya ya??? ^_^
          makasihh bu buat referensi artikelnya.. sukses selalu untuk bu Martha..

        25. makasih banget yaa…udah beberapa hari saya mencara bahan skripsi ,alhamdulilah saya menemukanya sekarang..

        26. Pingback: LAPORAN UPAYA PENGENTASAN PERMASALAHAN MELALUI LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI PADA ANAK PEMALU | guidanceforal

        27. magda sudarti (eyang uti)

          bu Martha saya mau bertanya anak saya laki2 satu2 nya dilarang nggak pernah mau nurut, saya sebagai ibu kadang bingung apa sii maunya anak ini,masa di musim hujan malah mendaki gunung kalau anaknya pulang apa yg harus saya lakukan,trimakasih ya bu Martha.

          • marthachristianti

            Kunci saja pintunya bu Magda..hehehe. Maksud saya, sampaikan pada anak anda tentang kekuatiran anda. Alasan anda melarang anak juga harus dijelaskan agar anak tahu konsekuensi yang nanti akan ditanggungnya. Ibu juga perlu tahu (penjelasan dari anak), alasan anak ingin naik gunung itu apa. Jika memang ibu tahu bahwa kegiatan itu berbahaya dan tidak menguntungkan, tidak ada salahnya jika larangan dibuat sangat tegas karena ini demi kebaikan anak itu sendiri.Keputusan larangan itu juga perlu disepakati bersama oleh orang lain misalnya, ayahnya, kakaknya yang manis dan caem2, ponakan yang pinter ganteng dan cantik, dll. Jika didukung banyak orang mungkin saja, anak tersebut mulai mempertimbangkan keputusannya. semoga berhasil.. GBU

        28. saya ibu dari 1 orang putra umur 5 thn skrng baru tk A, saya mau tanya knp smpe skng dia msh sulit untuk blajar nulis sedangkan temenya sudah bisa
          apa yg harus saya lakukan.saya tkt nanti dia tidak bisa spe ke B

        29. Pingback: Permasalahan Anak Usia Taman Kanak-Kanak | my WORLD

        Leave a Reply

        Fill in your details below or click an icon to log in:

        WordPress.com Logo

        You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

        Twitter picture

        You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

        Facebook photo

        You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

        Google+ photo

        You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

        Connecting to %s